Total Tayangan Halaman

Minggu, 23 Februari 2014

Contoh RPP 2013 Qur'an Hadits SMP kelas VII

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan      :  Sekolah Menengah Pertama
Mata Pelajaran            : Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester          : VII / Ganjil
Materi Pokok              : Q.S. Al-Mujadilah (58): 11
Alokasi Waktu            : 4 x 3 JP (12 x 40 Menit)

A.    Kompetensi Inti
(K2)       : Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
(K3)       :Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, procedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan  wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
 (K4)      :Mengolah,  menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B.     Kompetensi Dasar dan Indikator
No
Kompetensi Dasar
Indikator
1.
2.7 Menghargai perilaku semangat menuntut ilmu sebagai implementasi dari Q.S. Al-Mujadilah (58): 11

2.
3.3 Memahami kandungan Q.S. Al- Mujadilah (58): 11 tentang menuntut ilmu
3.3.1 Siswa mampu mengartikan Q.S Al- Mujadilah (58): 11 serta hadits terkait tentang menuntut ilmu
3.3.2 Siswa mampu menjelaskan isi kandungan Q.S. Al- Mujadilah (58): 11 tentang menuntut ilmu
3.
4.3.1  Membaca Q.S. Al- Mujadilah (58):11 dengan Tartil

4.3.1.1 Siswa mampu membaca Q.S. Al- Mujadilah (58):11 dengan hukum bacaan nun mati/ tanwin
4.3.1.2 Siswa mampu membaca Q.S. Al- Mujadilah (58):11 dengan hukum bacaan mad
4.
4.3.2  Menunjukkan hafalan Q.S. Al- Mujadilah (58): 11 dengan lancar
4.3.2.1 Siswa mampu menunjukkan hafalan Q.S. Al- Mujadilah (58): 11 dengan lancar disertai hukum bacaan nun mati/ tanwin yang benar dan baik
4.3.2.2 Siswa mampu menunjukkan hafalan Q.S. Al- Mujadilah (58): 11 dengan lancar disertai hukum bacaan mad yang benar dan baik

C.     Tujuan Pembelajaran
Pertemuan Pertama
1.      Siswa mampu menghargai perilaku semangat menuntut ilmu sebagai implementasi dari Q.S. Al-Mujadilah (58): 11
2.      Siswa mampu mengartikan Q.S Al- Mujadilah (58): 11 tentang menuntut ilmu
Pertemuan Kedua
Siswa mampu menjelaskan isi kandungan Q.S. Al- Mujadilah (58): 11 tentang menuntut ilmu
Pertemuan Ketiga
1.      Siswa mampu membaca Q.S. Al- Mujadilah (58):11 dengan hukum bacaan nun mati/ tanwin
2.      Siswa mampu membaca Q.S. Al- Mujadilah (58):11 dengan hukum bacaan mad
Pertemuan Keempat
1.      Siswa mampu menunjukkan hafalan Q.S. Al- Mujadilah (58): 11 dengan lancar disertai hukum bacaan nun mati/ tanwin yang benar dan baik
2.      Siswa mampu menunjukkan hafalan Q.S. Al- Mujadilah (58): 11 dengan lancar disertai hukum bacaan mad yang benar dan baik

D.    Materi Pembelajaran
Semangat menuntut ilmu sebagai implementasi dari Q.S. Al-Mujadilah (58): 11

E.     Metode Pembelajaran
1.      Pendekatan Scientific
2.      Metode pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan  Direct Instruction
3.      Metode Ceramah
4.      Strategi  Talking Stick

D.    Media, Alat/ Bahan, dan Sumber Pembelajaran
1.      Media
a. Materi Power Point
b. Gambar
2.      Alat/ Bahan
a.       Laptop
b.      LCD
c.       Stick

3.      Sumber pembelajaran
a.       Al-Qur’an
b.      Buku paket Pendidikan Agama Islam Kelas VII SMP

E.     Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan pertama
No.
Kegiatan
Waktu
1.
Pendahuluan 
·      Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdo’a bersama dipimpin oleh seorang peserta didik dengan penuh khidmat;
·      Guru memperlihatkan kesiapan diri dengan memeriksa kehadiran , memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
·      Guru menyampaikan Tujuan pembelajaran
·      Guru mengajukan pertanyaan secara komunikatif seputar menuntut ilmu
 15 Menit
2.
Kegiatan inti
·           Mengamati
ü  Siswa mengamati video dari LCD tentang menuntut ilmu
·           Menanya
ü  Siswa ditanya tentang video yang sudah diamati
ü  Siswa ditanya terkait keutamaan menuntut ilmu
·           Explore
ü  Siswa membuat kelompok yang terdiri dari 3 orang
ü  Siswa mengumpulkan informasi mengenai arti mufradat dari QS Mujadilah (58) : 11
ü  Perwakilan tiap kelompok menyampaikan minimal 5 mufradat beserta artinya
·           Asosiasi
ü  Siswa dipandu oleh guru mengartikan secara keseluruhan
ü  Guru mengkaitkan QS Mujadilah (58) : 11 dengan fenomena menuntut ilmu
·           Komunikasi.
ü  Beberapa siswa ditunjuk untuk menyampaikan hasil pelajaran mengenai ayat tentang menuntut ilmu
90 menit
3.
Penutup
·      Guru memberikan motivasi terkait menuntut ilmu
·      Bersama-sama menutup pelajaran dengan berdoa.

15 Menit
Pertemuan kedua
No.
Kegiatan
Waktu
1.
Pendahuluan 
·      Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdo’a bersama dipimpin oleh seorang peserta didik dengan penuh khidmat;
·      Guru memperlihatkan kesiapan diri dengan memeriksa kehadiran , memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
·      Guru mereview pertemuan lalu untuk menghantarkan pada pelajaran hari ini
·      menyampaikan Tujuan pembelajaran
 15 Menit
2.
Kegiatan inti
·           Mengamati
ü  Siswa mengamati video dari LCD tentang keutamaan orang berilmu
·           Menanya
ü  Siswa ditanya terkait keutamaan orang  berilmu
·           Explore
ü  Siswa dibagi kelompok terdiri dari 3 orang
ü  Siswa mengumpulkan informasi mengenai isi kandungan  QS Mujadilah (58) : 11
ü  Perwakilan tiap kelompok mempresentasikan hasil kelompoknya
·           Asosiasi
ü  Siswa dipandu guru menceritakan keutamaan orang berilmu di sekitarnya
·           Komunikasi.
ü  Beberapa siswa ditunjuk untuk menyampaikan hasil pelajaran mengenai keutaamaan menuntut ilmu
90 menit
3.
Penutup
·      Guru memberikan motivasi terkait keutamaan orang berilmu
·      Bersama-sama menutup pelajaran dengan berdoa.

15 Menit

Pertemuan ketiga
No.
Kegiatan
Waktu
1.
Pendahuluan 
·      Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdo’a bersama dipimpin oleh seorang peserta didik dengan penuh khidmat;
·      Guru memperlihatkan kesiapan diri dengan memeriksa kehadiran , memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
·      Guru mereview pertemuan lalu untuk menghantarkan pada pelajaran hari ini
·      Guru menyampaikan Tujuan pembelajaran
 15 Menit
2.
Kegiatan inti
·           Mengamati
ü  Siswa mengamati gambar terkait belajar membaca al Qur’an
·           Menanya
ü  Siswa ditanya tentang gambar yang diamati
ü  Guru menjelaskan keutamaan belajar membaca Al Qur’an dengan QS Al Furqaan (25) : 32
·           Explore
ü  Siswa mendengarkan guru menjelaskan hukum bacaan yang terdapat dalam QS Mujadilah (58):11
ü  5 orang siswa diminta ke depan kelas dengan menggunakan talking stick untuk membacakan QS Mujadilah (58):11
ü  Guru mengoreksi bacaan yang belum sesuai
·           Asosiasi
ü  Guru mengkaitkan pelajaran dengan fenomena membaca al qur’an saat ini
·           Komunikasi.
ü  Salah satu siswa membaca kembali QS Mujadilah (58):11 dan menjelaskan pentingnya belajar membaca Al Qur’an
90 menit
3.
Penutup
·      Guru memberikan motivasi terkait belajar membaca Al Qur’an dan memberikan penugasan unntuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an siswa
·      Bersama-sama menutup pelajaran dengan berdoa.

15 Menit

Pertemuan keempat
No.
Kegiatan
Waktu
1.
Pendahuluan 
·      Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdo’a bersama dipimpin oleh seorang peserta didik dengan penuh khidmat;
·      Guru memperlihatkan kesiapan diri dengan memeriksa kehadiran , memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
·      Guru menyampaikan Tujuan pembelajaran
 15 Menit
2.
Kegiatan inti
·           Mengamati
ü  Siswa mengamati video dari LCD tentang usaha menghafal
·           Menanya
ü  Siswa ditanya tentang video yang sudah diamati
ü  Siswa ditanya terkait keutamaan menghafal Al Qur’an
·           Explore
ü  Siswa diminta mengahafal QS Mujadilah :11
ü  Guru memberikan kertas yang terdiri dari QS Mujadilah:11 dan artinya yang dipotong menjadi beberapa kata
ü  Siswa menempelkan kertas masing-masing hingga tersusun menjadi QS Mujadilah : 11
Asosiasi
ü  Guru menceritakan fenomena menghafal al qur’an zaman ini dibandingkan dengan kisah para ulama’
·           Komunikasi.
ü  Beberapa siswa ditunjuk untuk melafalkan hafalan QS Mujadilah : 11
90 menit
3.
Penutup
·      Guru memberikan motivasi terkait hafalan dan memberi penugasan untuk memperbaiki hafalan Qs Mujadilah:11
·      Bersama-sama menutup pelajaran dengan berdoa.

15 Menit


F.      Penilaian

1.      Sikap Sosial
a.       Teknik Penilaian           : Penilaian diri
b.      Bentuk istrumen           : Skala sikap
c.       Kisi-kisi
No
Sikap/Nilai
Butir instrument
1
Meyakini pentingnya menuntut ilmu
Terlampir
2
Meyakini keutamaan orang berilmu
Terlampir
3
Meyakini keutamaan membaca Al Qur’an
Terlampir
4
Meyakini keutamaan menghafal Al Qur’an
Terlampir
2.      Pengetahuan
                            a.     Teknik Penilaian   :Tes Tulis (essay)
                           b.     Bentuk Instrumen            : Lembar penilaian tes tulis
                            c.     Kisi-kisi                : Terlampir
3.      Keterampilan
                            a.     Teknik Penilaian               : Performance
                           b.     Bentuk Instrumen            : Praktik
                            c.     Kisi-kisi:
No.
Keterampilan
Butir Instrumen
  1.  
Dapat membaca QS Mujadilah:11 dengan tartil
Bacalah QS Mujadilah:11 dengan tartil
  1.  
Dapat menghafal QS Mujadilah:11 dengan benar dan lancar
Lafalkan  hafalan QS Mujadilah:11 dengan benar dan lancar



Lampiran 1


NO

PERNYATAAN
PILIHAN JAWABAN
SKOR
Sangat Setuju
Setuju
Ragu-Ragu
Tidak Setuju

1
Menuntut ilmu merupakan hal yang sangat penting dalam islam





2
Orang yang berilmu memiliki derajat yang lebih tinggi dibandingkan orang yang rajin beramal tanpa ilmu





3
Membaca Al Qur’an memiliki keutamaan dalam Islam





4
Menghafal Al Qur’an merupakan keutamaan dalam islam






JUMLAH SKOR






KETERANGAN
NILAI
NILAI AKHIR

Skor Sikap Positif
Sangat setuju = 4
Setuju            = 3
Ragu-Ragu    = 2
Tidak Setuju  = 1

Skor yang diperoleh
----------------------- x 100
Skor Maksimal




Lampiran 2
No.
Indikator
Butir Instrumen
1
Mampu menuliskan QS Mujadilah :11 beserta artinya
Tuliskan QS Mujadilah:11 beserta syakal dan artinya!
2
Mampu menjelaskan isi kandungan QS Mujadilah :11
Jelaskan Isi kandungan QS Mujadilah:11 !
3
Mampu mengidentifikasi hokum bacaan dalam QS Mujadilah:11
Sebut dan jelaskan 3 hukum bacaan yang terdapat dalam QS Mujadilah:11!


Kunci jawaban :
1.      Sikap sosial
1.      Sangat Setuju
2.      Sangat Setuju
3.      Sangat setuju
4.      Sangat Setuju
2.      Pengetahuan
1.     
“Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu, berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah. Niscaya Allah Swt. akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, berdirilah kamu, maka berdirilah. Niscaya Allah Swt. akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Swt. Mahateliti apa yang kamu kerjakan.” (Surah al-Mujadalah/58: 11)
2.      Surah al-Mujadalah/58 ayat 11 menjelaskan keutamaan orang-orang beriman dan berilmu pengetahuan. Orang yang beriman dan memiliki ilmu pengetahuan luas akan dihormati oleh orang lain, diberi kepercayaan untuk mengendalikan atau mengelola apa saja yang terjadi dalam kehidupan ini. Ini artinya tingkatan orang yang beriman dan berilmu lebih tinggi di banding orang yang tidak berilmu.  Akan tetapi perlu diingat bahwa orang yang beriman, tetapi tidak berilmu, dia akan lemah. Oleh karena itu, keimanan seseorang yang tidak didasari atas ilmu pengetahuan tidak akan kuat. Begitu juga sebaliknya, orang yang berilmu, tetapi tidak beriman, ia akan tersesat. Karena ilmu yang dimiliki bisa jadi tidak untuk kebaikan sesama.
3.        mad thabi’I karena ada huruf alif didahului fathah dan huruf ya’ mati didahului kasrah
 iqlab karena ada nun mati bertemu dengan huruf Ka
 ikhfa’ karena ada nun mati bertemu dengan huruf Sya




Mengetahui,
Kepala Sekolah



Ummu Syifa, S. Pd. I, M.Pd.I
NIP.200502121992
Karanganyar, 23 Februari 2014

Guru Pendidikan Agama Islam



Fantika Febry Puspitasari, S. Pd.I
NIP. 11.31.1.1.119

Sabtu, 08 Februari 2014

Manajemen Kelembagaan Pendidikan Islam



Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sebagai ilmu karena manajemen dipandang sebagai bidang pengetahuan yang secara sistematis berusaha memahami mengapa dan bagaimana orang bekerjasama. Sebagai seni karena melibatkan kemampuan memimpin dengan berbagai keunikan/karakteristik, sehingga dalam mengelola sebuah lembaga setiap pemimpin memiliki seni manajemen yang berbeda-beda sesuai kerakter, situasi dan kondisinya.
Manajemen merupakan sebuah cara untuk mencapai tujuan yang diinginkan, yaitu dengan 6 unsurnya yang biasa disebut dengan 6M:
1.      MAN
2.      MACHINE
3.      MONEY
4.      MATERIALS
5.      METHODS
6.      MARKETS
Dengan unsur-unsur di atas manajemen dapat dijalankan sebagaimana fungsinya. Unsur manajemen sebagai ilmu meliputi 5 tahap yaitu :
1.      Planning
2.      Reserved: OUTCOMEReserved: OUTPUTReserved: PROCESSReserved: INPUTOrganizing
3.      Actuating
4.      Controlling
5.      Producting
Fungsi dan prinsip manajemen pendidikan membutuhkan keterlibatan semua unsur organisasi baik secara individu maupun kelompok dibawah wewenang dan koordinasi pimpinan institusi pendidikan agar tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif dan efisien dengan melibatkan berbagai potensi yang ada. Kepemimpinan pendidikan harus mampu memberdayakan semua sumber daya pendidikan menuju perbaikan yang terus menerus sesuai dengan tuntutan masyarakat dan kemajuan ilmu pengetahuan. Maka dari itu pemimpin harus memiliki keahlian manajemen yaitu :
1.      TECHNICAL SKILL            : kemampuan untuk menggunakan prosedur, teknik, dan pengetahuan dalam bidang khusus
2.      INTERPERSONAL SKILL  : keahlian untuk bekerja sama, memimpin, memahami, dan memotivasi orang lain sebagai individu atau dalam kelompok
3.      CONSEPTUAL SKILL         : kemampuan untuk mengkordinasikan dan mengintegrasikan semua kepentingan dan aktivitas organisasi

Dalam konsep manajemen, terdapat perbedaan yang mendasar antara manajemen islam dengan manajemen barat.
Manajemen Islam
Manajemen Barat
1.      Mengasingkan manusia dari manusia di sekitarnya
2.      Menganggap tenaga kerja merupakan faktor produksi belaka sehingga menciptakan manusia-manusia yang semakin hari semakin terasing dari kodratnya sebagai manusia social
1.      Hablu minallah, Hablu minannaas
2.      Perwujudan amal sholeh yang harus bertitik tolak dari niat baik. Niat baik tersebut akan memunculkan motivasi aktivitas untuk mencapai hasil yang bagus demi kesejahteraan bersama

Manajemen barat mengasingkan manusia dari manusia di sekitarnya karena dalam konsep manajemen barat, mereka mengunggulkan diri pribadi masing-masing serta menganggap bahwa tenaga kerja hanya merupakan faktor produksi semata sehingga persaingan untuk menjadi yang terbaik membuat mereka saling asing satu sama lain, sedangkan manajemen islam menyeimbangkan antara hubungan manusia dengan Allah juga hubungan manusia dengan manusia karena tabiat manajemen dipertanggungjawabkan  pada Allah swt dengan niat lurus dan terbaik dalam beramal sehingga manusia harus bertanggungjawab penuh dengan rasa tanggung jawab tertinggi yang kemudian akan membuat manusia memperlakukan manusia lain dengan penuh hormat dan saling menolong.
Empat landasan mengembangkan manajemen menurut pandangan Islam, yaitu:
1.      KEBENARAN
2.      KEJUJURAN
3.      KETERBUKAAN
4.      KEAHLIAN

EMPAT (4) PILAR ETIKA MANAJEMEN :
1.      TAUHID     : Segala aset dari transaksi bisnis adalah milik allah, manusia hanya mendapatkan amanah
2.      ADIL           : Segala keputusan menyangkut transaksi atau kesepakatan kerja dilandasi dengan akad saling setuju
3.      KEHENDAK BEBAS        : Kreativitas dalam transaksi dengan memenuhi asas hukum ekonomi islam, yaitu halal
4.      PERTANGGUNG-JAWABAN     : Semua keputusan manajemen dipertanggung jawabkan oleh yang bersangkutan

Implikasi manajemen lembaga pendidikan islam :
Proses pengelolaan lembaga pendidikan islam secara resmi memiliki muatan-muatan nilai islam yang bersandar pada Al Qur’an dan hadits, sehingga dalam pengelolaan lembaga pendidikan islam juga mengedepankan asa-asa dalam islam, diawali dengan niat yang baik untuk menciptakan kehidupan yang islami. Manajemen lembaga islam memiliki keunikan dan keunggulan. Keunikan manajemen lembaga islam merupakan karakter khusus atau ciri khas yang dimiliki lembaga islam, yaitu bersandar pada Al Qur’an dan hadits. Sedangkan keunggulan merupakan daya pembeda dengan yang lain yaitu manajemen pendidikan islam merupakan perwujudan amal sholih yang bertitik tolak dari niat baik.

Rabu, 05 Februari 2014

Mengapa Harus Berhijab??

Teruntuk ukhti-ukhti yang insyaAllah senantiasa kucintai karena Allah, dunia wanita memang memiliki spesifikasi yang lebih istimewa dari dunia pria. Maka merasa beruntung lah kita sebagai kaum hawa, Allah menjaga kita melebihi penjagaan terhadap kaum adam.
“wanita merupakan perhiasan dunia,” begitu biasanya kita temui kalimat syahdu yang menyejukkan kaum hawa. Namun perlu kita garis bawahi, wanita yang seperti apa sih sholihah?
Seringkali kita dengar sebuah celetukan,”untuk apa berjilbab kalau cuma luarnya aja tapi dalamnya tidak lebih baik dari yang tidak berjilbab?”
Atau malah,” buat apa sih berjilbab besar? Toh orang-orang berjilbab besar belum tentu ilmu dan wawasannya lebih luas, bahkan akhlaknya belum tentu lebih baik dari orang-orang berjilbab kecil atau yang tidak berjilbab.”
Ukhtifillah.. sesungguhnya seperti yang kita ketahui bersama bahwasanya berhijab bukan lah pilihan, melainkan ia merupakan tuntunan syari’at yang dihadiahkan oleh Allah kepada kita para muslimah, agar senantiasa terjaga dari fitnah.
Mari kita mulai berpikir cerdas, menghijabi fisik kita merupakan tuntunan syari’at yang sudah jelas diterangkan dalam kalamullah,
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (Q.S. An-Nuur:31)
Nah sholihah, sudah jelas bahwa Allah sendiri telah memerintahkan kepada kita untuk menghijabi fisik kita, untuk menjaga kesucian kita dari laki-laki yang bukan mahram. Maka dari itu kita harus pandai dalam memprioritaskan antara hijab dalam dan hijab luar. Berhijab luar secara fisik haruslah kita dahulukan karena ia mengandung perintah Allah yang tersurat dengan jelas, sedangkan berhijab dalam atau memperbaiki akhlak bukanlah sesuatu yang instan, melainkan sebuah proses yang akan berlangsung secara kontinyu. Perlu kita ketahui sholihah, bahwa sesungguhnya berhijab secara fisik merupakan salah satu proses menuju hijab akhlak. Dengan keadaan kita yang sudah berhijab, maka kita pun akan merasakan kontrol diri yang lebih karena menyadari posisi kita saat ini. Jika kita tidak pernah berani atau mau untuk memulai, maka kapan kita akan melakukannya? Terlebih lagi, akhlak kita tidak akan pernah mencapai kesempurnaan, jika kita merasa akhlak kita sudah baik, maka saat itulah kita justru perlu berhati-hati karena bisa jadi kita sedang terserang penyakit sombong. Sesungguhnya tidak ada manusia baik di dunia ini, yang ada hanyalah manusia-manusia yang berusaha menjadi baik.
Sungguh sholihah, kami hanya ingin berbagi kebahagiaan yang telah kami rasakan. Keindahan bersama hijab yang senantiasa melindungi kami, hijab yang membuat kami nyaman untuk melakukan prestasi-prestasi kami, dsb.
Kemudian pada kasus kedua, mengenai mengapa kita harus berjilbab besar? Sesungguhnya bukan jilbab besar yang ditekankan dalam syari’at ini, melainkan jilbab yang mampu menutupi perhiasan kita, lekuk tubuh kita, dan segala gerak-gerik tubuh yang menarik perhatian dan segala hal yang telah diterangkan dalam hadits. Dalam menganalisis pertanyaan di atas, perlu kita pahami bersama bahwa hal itu bukan sebuah alasan. Segala keadaan dan kemampuan manusia yang berbeda-beda merupakan sunatullah. Maka bukan sebuah kesalahan jika orang-orang yang berhijab fisik dengan baik tidak semuanya memiliki pengetahuan dan akhlak yang memuaskan, karena sekali lagi segalanya memerlukan proses. Jika orang-orang yang belum menghijab fisik dengan baik mengatakan hal seperti di atas, berarti dia pun telah melakukan sebuah kesalahan karena mengatasnamakan sebuah kondisi untuk lari dari syari’at Allah. Sesungguhnya bukan manusia yang berhak menilai tentang keimanan seseorang, melainkan hanya Allah semata. Coba kita lihat kalamullah ini,
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin : Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Qs. Al-Ahzab: 59).
Seperti yang telah Allah perintahkan, sesungguhnya kita dianjurkan berhijab agar kita mudah dibedakan dengan wanita-wanita lain serta untuk menjaga kita dari godaan-godaan yang ada, ntah godaan syaithan maupun lawan jenis.
Dalam riwayat ‘Aisyah ra, bahwasanya Asma binti Abu Bakar masuk menjumpai Rasulullah dengan pakaian yang tipis, lantas Rasulullah berpaling darinya dan berkata : Hai Asma, sesungguhnya jika seorang wanita sudah mencapai usia haidh (akil baligh) maka tak ada yang layak terlihat kecuali ini, sambil beliau menunjuk wajah dan telapak tangan. (HR. Abu Daud dan Baihaqi).
Hadits ini menunjukkan dua hal:
  1. Kewajiban menutup seluruh tubuh wanita kecuali wajah dan telapak tangan.
  2. Pakaian yang tipis tidak memenuhi syarat untuk menutup aurat.
Ukhti sholihah yang senantiasa dimuliakan Allah, semoga mulai saat ini kita menyadari bersama-sama bahwasanya fastabiqul khoirot merupakan berlomba-lomba dalam menggapai kebaikan sesuai syari’at Allah, bukan mencari-cari perbandingan untuk melazimkan apa yang kita lakukan. Jika kita ingin mendekatkan diri kepada Allah secara ikhlas, maka upayakan lah apa yang menurut Allah itu baik. Cukup dengan fokus pada kebaikan, tak perlu membanding-bandingkan dengan kelemahan orang lain karena sekali lagi kita hidup bersaudara. Kita terlahir di dunia untuk berkasih mesra bersama menuju ridho-Nya.
Semoga sedikit apa yang tertera di atas dapat menjadi koreksi kita bersama, dapat menjadi sebuah kontrol kecil kita dalam menggapai cinta-Nya..
Allahu a’lam bish showab.. ^^
Beloved

Fantika_MV