Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses
pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan
efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sebagai ilmu karena manajemen
dipandang sebagai bidang pengetahuan yang secara sistematis berusaha memahami
mengapa dan bagaimana orang bekerjasama. Sebagai seni karena melibatkan kemampuan
memimpin dengan berbagai keunikan/karakteristik, sehingga dalam mengelola
sebuah lembaga setiap pemimpin memiliki seni manajemen yang berbeda-beda sesuai
kerakter, situasi dan kondisinya.
Manajemen merupakan sebuah cara untuk mencapai
tujuan yang diinginkan, yaitu dengan 6 unsurnya yang biasa disebut dengan 6M:
1. MAN
2. MACHINE
3. MONEY
4. MATERIALS
5. METHODS
6. MARKETS
Dengan unsur-unsur di atas manajemen dapat
dijalankan sebagaimana fungsinya. Unsur manajemen sebagai ilmu meliputi 5 tahap
yaitu :
1.
Planning
2. 


Organizing
3. 

Actuating
4. Controlling
5. Producting
Fungsi dan prinsip manajemen pendidikan membutuhkan
keterlibatan semua unsur organisasi baik secara individu maupun kelompok
dibawah wewenang dan koordinasi pimpinan institusi pendidikan agar tujuan
organisasi dapat tercapai secara efektif dan efisien dengan melibatkan berbagai
potensi yang ada. Kepemimpinan pendidikan harus mampu memberdayakan semua sumber
daya pendidikan menuju perbaikan yang terus menerus sesuai dengan tuntutan
masyarakat dan kemajuan ilmu pengetahuan. Maka dari itu pemimpin harus memiliki
keahlian manajemen yaitu :
1. TECHNICAL SKILL :
kemampuan untuk menggunakan prosedur, teknik, dan pengetahuan dalam bidang
khusus
2. INTERPERSONAL SKILL :
keahlian untuk bekerja sama, memimpin, memahami, dan memotivasi orang lain
sebagai individu atau dalam kelompok
3. CONSEPTUAL SKILL :
kemampuan untuk mengkordinasikan dan mengintegrasikan semua kepentingan dan
aktivitas organisasi
Dalam konsep manajemen, terdapat perbedaan yang mendasar antara manajemen
islam dengan manajemen barat.
|
Manajemen Islam
|
Manajemen Barat
|
|
1.
Mengasingkan
manusia dari manusia di sekitarnya
2.
Menganggap
tenaga kerja merupakan faktor produksi belaka sehingga menciptakan
manusia-manusia yang semakin hari semakin terasing dari kodratnya sebagai
manusia social
|
1.
Hablu
minallah, Hablu minannaas
2.
Perwujudan
amal sholeh yang harus bertitik tolak dari niat baik. Niat baik tersebut akan
memunculkan motivasi aktivitas untuk mencapai hasil yang bagus demi
kesejahteraan bersama
|
Manajemen barat mengasingkan manusia dari manusia di sekitarnya karena
dalam konsep manajemen barat, mereka mengunggulkan diri pribadi masing-masing
serta menganggap bahwa tenaga kerja hanya merupakan faktor produksi semata
sehingga persaingan untuk menjadi yang terbaik membuat mereka saling asing satu
sama lain, sedangkan manajemen islam menyeimbangkan antara hubungan manusia
dengan Allah juga hubungan manusia dengan manusia karena tabiat manajemen
dipertanggungjawabkan pada Allah swt dengan
niat lurus dan terbaik dalam beramal sehingga manusia harus bertanggungjawab
penuh dengan rasa tanggung jawab tertinggi yang kemudian akan membuat manusia
memperlakukan manusia lain dengan penuh hormat dan saling menolong.
Empat landasan mengembangkan manajemen menurut pandangan Islam, yaitu:
1. KEBENARAN
2. KEJUJURAN
3. KETERBUKAAN
4. KEAHLIAN
EMPAT (4) PILAR ETIKA MANAJEMEN :
1. TAUHID :
Segala aset dari transaksi bisnis adalah milik allah, manusia hanya mendapatkan
amanah
2. ADIL :
Segala keputusan menyangkut transaksi atau kesepakatan kerja dilandasi dengan
akad saling setuju
3. KEHENDAK BEBAS :
Kreativitas dalam transaksi dengan memenuhi asas hukum ekonomi islam, yaitu
halal
4. PERTANGGUNG-JAWABAN :
Semua keputusan manajemen dipertanggung jawabkan oleh yang bersangkutan
Implikasi manajemen lembaga pendidikan islam :
Proses pengelolaan lembaga pendidikan islam secara resmi memiliki
muatan-muatan nilai islam yang bersandar pada Al Qur’an dan hadits, sehingga
dalam pengelolaan lembaga pendidikan islam juga mengedepankan asa-asa dalam
islam, diawali dengan niat yang baik untuk menciptakan kehidupan yang islami.
Manajemen lembaga islam memiliki keunikan dan keunggulan. Keunikan manajemen
lembaga islam merupakan karakter khusus atau ciri khas yang dimiliki lembaga
islam, yaitu bersandar pada Al Qur’an dan hadits. Sedangkan keunggulan merupakan
daya pembeda dengan yang lain yaitu manajemen pendidikan islam merupakan
perwujudan amal sholih yang bertitik tolak dari niat baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar