Total Tayangan Halaman

Rabu, 05 Maret 2014

TERAPI ISLAM SEBAGAI PROBLEM SOLVING



A.    Pendahuluan
      Islam merupakan agama yang membawa pencerahan bagi umat manusia. Setiap ajaran yang dibawa oleh agama islam selalu memiliki manfaat baik dari segi ruhiyah, fikriyah, maupun jasadiyah. Maka dari itu, berbagai ibadah dalam islam memiliki berbagai keutamaan masing-masing. Beberapa penelitian juga telah membuktikan berbagai keutamaan dari ibadah agama islam, seperti shalat dhuha, shalat tahajjud, dan puasa.

B.     Pembahasan
1.      Shalat Tahajjud
Dalam sebuah penelitian oleh M. Sholeh dikatakan bahwa shalat tahajjud dapat mengatasi kanker. Sholeh mengungkapkan bahwa shalat yang dilakukan di penghujung malam yang sunyi dapat memberikan ketenangan, sedangkan ketenangan meningkatkan ketahanan imun yang dapat mengurangi resiko penyakit jantung dan meningkatkan usia harapan hidup. Sebaliknya, bentuk-bentuk tekanan mental seperti stres maupun depresi membuat seseorang rentan terhadap berbagai penyakit, infeksi dan mempercepat perkembangan sel kanker serta meningkatkan penyebaran sel kanker. Dengan begitu, shalat tahajjud akhirnya terbukti dapat mengatasi kanker. Namun shalat tahajjud juga dapat menyebabkan stress jika tidak dilaksanakan dengan ikhlas dan kontinyu. Jika shalat tahajjud tidak dilaksanakan dengan ikhlas, maka akan terjadi kegagalan dalam menjaga daya adaptasi terhadap perubahan pola irama pertumbuhan sel normal. Dengan begitu, keikhlasan dalam menjalankan shalat tahajjud menjadi sangat penting. Selama ini banyak kyai, dan intelektual berpendapat bahwa ikhlas adalah persoalan mental-psikis. Artinya, hanya Allah swt yang mengetahui dan mustahil dapat dibuktikan secara ilmiah. Namun lewat penelitiannya, Sholeh berpendapat lain.

2.      Shalat Dhuha
Shalat dhuha merupakan ibadah yang memiliki banyak keutamaan, di antaranya:
a.       Sedekah Bagi Seluruh Persendian Tubuh manusia
Dari Abu Dzar al-Ghifari ra, ia berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi pahala” (HR Muslim).
b.      Ghanimah (keuntungan)
Dari Abdullah bin `Amr bin `Ash radhiyallahu `anhuma, ia berkata:
Rasulullah saw mengirim sebuah pasukan perang. Nabi SAW berkata:
“Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!”.
Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya).
Lalu Rasulullah SAW berkata;
“Maukah kalian aku tunjukkan kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungan) nya dan cepat kembalinya?”
Mereka menjawab; “Ya!
Rasul saw berkata lagi:
“Barangsiapa yang berwudhu’, kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dia lah yang paling dekat tujuanannya (tempat perangnya),lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya.” (Shahih al-Targhib: 666)
c.       Sebuah rumah di surga Bagi yang rajin mengerjakan shalat Dhuha
Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Muahammad saw:
“Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga.” (Shahih al-Jami`: 634)
d.      Memperoleh ganjaran di sore hari
Dari Abu Darda’ ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw berkata:
Allah ta`ala berkata:
“Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat dari awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya” (Shahih al-Jami: 4339).
e.       Pahala Umrah Dari Abu Umamah ra
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Nabi SAW bersabda:
“Barang siapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna..” (Shahih al-Jami`: 6346).
f.       Ampunan Dosa
“Siapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi)

3.      Puasa
Berbagai penelitian telah mengungkap adanya mukjizat puasa ditinjau dari perpekstif medis modern. Dalam penelitian ilmiah, tidak ditemukan efek merugikan dari puasa Ramadhan pada jantung, paru, hati, ginjal, mata, profil endokrin, hematologi dan fungsi neuropsikiatri. Allah berjanji akan memberikan berkah kepada orang yang berpuasa. Seperti ditegaskan sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Suny dan Abu Nu’aim: “Berpuasalah maka kamu akan sehat.”
Biasanya lembaga kesehatan menyarankan ibu hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa terlebih dahulu ketika bulan ramadhan, namun penelitian di Departemen Obstetri dan Ginekologi dari Gaziantep University Hospital, terhadap 36 wanita sehat dengan kehamilan tanpa komplikasi berturut-turut dari 20 minggu atau lebih, yang berpuasa selama bulan Ramadhan untuk mengevaluasi efek Ramadhan pada janin, pengukuran Doppler ultrasonografi dalam peningkatan diameter biparietal janin (BPD), peningkatan panjang tulang paha janin (FL), meningkatkan berat badan diperkirakan janin (EFBW), profil biofisik janin (BPP), indeks cairan amnion (AFI), dan rasio arteri umbilikalis sistol / diastol (S / D) rasio. Kortisol serum ibu, trigliserida, kolesterol total, low-density lipoprotein (LDL), high density lipoprotein (HDL), very Low density lipoprotein (VLDL), dan LDL / HDL rasio juga dievaluasi sebelum dan sesudah Ramadhan. Hasil penelitian menunjukkan, tidak ada perbedaan signifikan yang ditemukan antara kedua kelompok untuk usia janin, berat badan ibu, perperkiraan kenaikan berat badan janin (EFWG), BPP janin, AFI, dan rasio arteri umbilikalis S / D.
Puasa masih memiliki banyak keutamaan, di antaranya yang disebutkan dalam beberapa penelitian bahwa puasa ramadhan tidak mempengaruhi secara drastis metabolisme lemak, karbohidrat dan protein. Meskipun terjadi peningkatan serum urin dan asam urat sering terjadi saat terjadi dehidrasi ringan saat puasa. Saat berpuasa ternyata terjadi peningkatan HDL dan apoprotein alfa 1. Penurunan LDL sendiri ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Beberapa penelitian “chronobiological” menunjukkan saat puasa ramadhan berpengaruh terhadap ritme penurunan distribusi sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin dan glisemia. Berbagai perubahan yang meskipun ringan tersebut tampaknya juga berperan bagi peningkatan kesehatan manusia. Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa saat puasa terjadi peningkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat. Kendati keseluruhan sel darah putih tidak berubah ternyata sel T mengalami kenaikkan pesat. Pada penelitian terbaru menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar apo-betta, menaikkan kadar apo-alfa1 dibandingkan sebelum puasa. Kondisi tersebut dapat menjauhkan serangan penyakit jantung dan pembuluh darah.
Selain itu, ditinjau dari sudut pandang psikologi puasa juga memiliki manfaat yang besar dalam menghadapi tantangan, godaan dan rintangan hidup, mereka juga diperkirakan akan memiliki tingkat konsentrasi lebih tinggi dalam bekerja, dan mereka juga mampu mengembangkan hubungan yang akrab dan tulus dengan orang lain, mereka mempunyai hubungan sosial yang lebih baik, mereka juga lebih handal dan bertanggung jawab dan pengendalian dirinya lebih baik saat dia menghadapi masalah sehingga tidak menimbulkan frustasi karena dengan puasa seseorang mampu mengendalikan diri dengan baik.

C.     Penutup
Paparan di atas telah menjelaskan betapa ibadah-ibadah dalam islam memiliki keutamaan yang luar biasa ditinjau dari segi ruhiyah, fikriyah, maupun jasadiyah. Dengan puasa, seseorang akan sehat secara jasmani, ia juga mampu berpikir lebih tenang dan mengendalikan diri dengan baik, serta mampu lebih dekat dengan Allah swt.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar