A. Pendahuluan
Islam
merupakan agama yang membawa pencerahan bagi umat manusia. Setiap ajaran yang dibawa
oleh agama islam selalu memiliki manfaat baik dari segi ruhiyah, fikriyah,
maupun jasadiyah. Maka dari itu, berbagai ibadah dalam islam memiliki berbagai
keutamaan masing-masing. Beberapa penelitian juga telah membuktikan berbagai
keutamaan dari ibadah agama islam, seperti shalat dhuha, shalat tahajjud, dan
puasa.
B. Pembahasan
1.
Shalat
Tahajjud
Dalam sebuah penelitian oleh M.
Sholeh dikatakan bahwa shalat tahajjud dapat mengatasi kanker. Sholeh
mengungkapkan bahwa shalat yang dilakukan di penghujung malam yang sunyi dapat
memberikan ketenangan, sedangkan ketenangan meningkatkan ketahanan imun yang
dapat mengurangi resiko penyakit jantung dan meningkatkan usia harapan hidup. Sebaliknya,
bentuk-bentuk tekanan mental seperti stres maupun depresi membuat seseorang
rentan terhadap berbagai penyakit, infeksi dan mempercepat perkembangan sel
kanker serta meningkatkan penyebaran sel kanker. Dengan begitu, shalat tahajjud
akhirnya terbukti dapat mengatasi kanker. Namun shalat tahajjud juga dapat
menyebabkan stress jika tidak dilaksanakan dengan ikhlas dan kontinyu. Jika
shalat tahajjud tidak dilaksanakan dengan ikhlas, maka akan terjadi kegagalan
dalam menjaga daya adaptasi terhadap perubahan pola irama pertumbuhan sel
normal. Dengan begitu, keikhlasan dalam menjalankan shalat tahajjud menjadi
sangat penting. Selama ini banyak kyai, dan intelektual berpendapat bahwa
ikhlas adalah persoalan mental-psikis. Artinya, hanya Allah swt yang mengetahui
dan mustahil dapat dibuktikan secara ilmiah. Namun lewat penelitiannya, Sholeh
berpendapat lain.
2.
Shalat Dhuha
Shalat
dhuha merupakan ibadah yang memiliki banyak keutamaan, di antaranya:
a.
Sedekah Bagi Seluruh Persendian Tubuh manusia
Dari Abu Dzar al-Ghifari ra, ia
berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Di
setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan
subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah
sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir
adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari
kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi pahala” (HR Muslim).
b.
Ghanimah (keuntungan)
Dari
Abdullah bin `Amr bin `Ash radhiyallahu `anhuma, ia berkata:
Rasulullah saw mengirim sebuah pasukan perang. Nabi SAW berkata:
“Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!”.
Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya).
Lalu Rasulullah SAW berkata;
Rasulullah saw mengirim sebuah pasukan perang. Nabi SAW berkata:
“Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!”.
Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya).
Lalu Rasulullah SAW berkata;
“Maukah
kalian aku tunjukkan kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan
diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungan) nya dan cepat kembalinya?”
Mereka
menjawab; “Ya!
Rasul
saw berkata lagi:
“Barangsiapa
yang berwudhu’, kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha,
dia lah yang paling dekat tujuanannya (tempat perangnya),lebih banyak
ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya.” (Shahih al-Targhib: 666)
c.
Sebuah rumah di surga Bagi yang rajin mengerjakan shalat
Dhuha
Hal ini
dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Muahammad saw:
“Barangsiapa
yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia
akan dibangunkan sebuah rumah di surga.” (Shahih al-Jami`: 634)
d.
Memperoleh ganjaran di sore hari
Dari Abu
Darda’ ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw berkata:
Allah ta`ala berkata:
Allah ta`ala berkata:
“Wahai
anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat dari awal hari, maka Aku akan
mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya” (Shahih al-Jami: 4339).
e.
Pahala Umrah Dari Abu Umamah ra
Dalam
sebuah hadits disebutkan bahwa Nabi SAW bersabda:
“Barang
siapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah
usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat
(Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna,
sempurna, sempurna..” (Shahih al-Jami`: 6346).
f.
Ampunan Dosa
“Siapa
pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh
Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi)
3.
Puasa
Berbagai
penelitian telah mengungkap adanya mukjizat puasa ditinjau dari perpekstif
medis modern. Dalam penelitian ilmiah, tidak ditemukan efek merugikan dari
puasa Ramadhan pada jantung, paru, hati, ginjal, mata, profil endokrin,
hematologi dan fungsi neuropsikiatri. Allah berjanji akan memberikan berkah
kepada orang yang berpuasa. Seperti ditegaskan sabda Nabi Muhammad SAW yang
diriwayatkan oleh Ibnu Suny dan Abu Nu’aim: “Berpuasalah maka kamu akan sehat.”
Biasanya lembaga
kesehatan menyarankan ibu hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa terlebih
dahulu ketika bulan ramadhan, namun penelitian di
Departemen Obstetri dan Ginekologi dari Gaziantep University Hospital, terhadap
36 wanita sehat dengan kehamilan tanpa komplikasi berturut-turut dari 20 minggu
atau lebih, yang berpuasa selama bulan Ramadhan untuk mengevaluasi efek
Ramadhan pada janin, pengukuran Doppler ultrasonografi dalam peningkatan
diameter biparietal janin (BPD), peningkatan panjang tulang paha janin (FL),
meningkatkan berat badan diperkirakan janin (EFBW), profil biofisik janin
(BPP), indeks cairan amnion (AFI), dan rasio arteri umbilikalis sistol /
diastol (S / D) rasio. Kortisol serum ibu, trigliserida, kolesterol total, low-density
lipoprotein (LDL), high density lipoprotein (HDL), very Low
density lipoprotein (VLDL), dan LDL / HDL rasio juga dievaluasi sebelum
dan sesudah Ramadhan. Hasil penelitian menunjukkan, tidak ada perbedaan
signifikan yang ditemukan antara kedua kelompok untuk usia janin, berat badan
ibu, perperkiraan kenaikan berat badan janin (EFWG), BPP janin, AFI, dan rasio
arteri umbilikalis S / D.
Puasa
masih memiliki banyak keutamaan, di antaranya yang disebutkan dalam beberapa
penelitian bahwa puasa ramadhan tidak mempengaruhi secara drastis metabolisme
lemak, karbohidrat dan protein. Meskipun terjadi peningkatan serum urin dan
asam urat sering terjadi saat terjadi dehidrasi ringan saat puasa. Saat
berpuasa ternyata terjadi peningkatan HDL dan apoprotein alfa 1. Penurunan LDL
sendiri ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Beberapa penelitian “chronobiological”
menunjukkan saat puasa ramadhan berpengaruh terhadap ritme penurunan distribusi
sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin dan glisemia. Berbagai
perubahan yang meskipun ringan tersebut tampaknya juga berperan bagi
peningkatan kesehatan manusia. Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa
saat puasa terjadi peningkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat. Kendati
keseluruhan sel darah putih tidak berubah ternyata sel T mengalami kenaikkan
pesat. Pada penelitian terbaru menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar
apo-betta, menaikkan kadar apo-alfa1 dibandingkan sebelum puasa. Kondisi
tersebut dapat menjauhkan serangan penyakit jantung dan pembuluh darah.
Selain
itu, ditinjau dari sudut pandang psikologi puasa juga memiliki manfaat yang
besar dalam menghadapi tantangan, godaan dan rintangan hidup, mereka juga
diperkirakan akan memiliki tingkat konsentrasi lebih tinggi dalam bekerja, dan
mereka juga mampu mengembangkan hubungan yang akrab dan tulus dengan orang
lain, mereka mempunyai hubungan sosial yang lebih baik, mereka juga lebih
handal dan bertanggung jawab dan pengendalian dirinya lebih baik saat dia
menghadapi masalah sehingga tidak menimbulkan frustasi karena dengan puasa
seseorang mampu mengendalikan diri dengan baik.
C. Penutup
Paparan di atas
telah menjelaskan betapa ibadah-ibadah dalam islam memiliki keutamaan yang luar
biasa ditinjau dari segi ruhiyah, fikriyah, maupun jasadiyah. Dengan puasa,
seseorang akan sehat secara jasmani, ia juga mampu berpikir lebih tenang dan
mengendalikan diri dengan baik, serta mampu lebih dekat dengan Allah swt.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar