Manusia
adalah makhluk sosial. Dalam menjalani kehidupan sosial, manusia memerlukan
keterampilan berkomunikasi yang tercakup dalam softskill. Softskill seseorang dapat dikembangkan melalui
intensitas sosial yang tinggi dan seringnya seseorang menghadapi masalah.
Mahasiswa
adalah sekumpulan manusia yang memiliki keunggulan dalam hal pemikiran,
pembaharuan, dan penggerakan. Mereka berada dalam masa yang sangat strategis
untuk mengembangkan potensi, karya dan keahlian. Terkait peran sosialnya,
mahasiswa memiliki kesempatan yang lebih besar dalam mengembangkan softskill melalui organisasi. Sebagian
besar mahasiswa enggan untuk berorganisasi dikarenakan mereka tidak memiliki
ketertarikan terhadap organisasi karena dinilai hanya bermain-main saja.
Sebagian yang lain berpendapat bahwa organisasi akan menghambat proses belajar
seseorang. Namun sebagian lagi justru berpendapat memperoleh banyak keuntungan
dari organisasi baik dari segi pembinaan karakter, akhlak, moral, keterampilan dan
keahlian. Bahkan ada yang berpendapat bahwa dari organisasi lah mereka sukses
menempuh kehidupan selanjutnya.
Secara
etimologi, organisasi berasal dari kata organize
yang berarti mengelola atau mengatur. Dari segi bahasa kita bisa melihat
adanya perbedaan yang jelas antara organisasi dengan perkumpulan.
Organisasi
memiliki beberapa karakteristik, antara lain:
1. Terdiri
dari sekumpulan orang yang memiliki visi dan tujuan yang sama dan jelas
2. Dilaksanakan
berdasarkan aturan yang jelas dan mengikat
3. Mempunyai
rencana dan sasaran yang strategis
4. Memiliki
jenjang organisasi dan alur komando
5. Memiliki
program dan instrumen kerja
Sedangkan
perkumpulan tidak memilki beberapa karakter dasar yang dimiliki organisasi.
Perkumpulan hanya dijalankan atas dasar kesamaan keinginan dan kesenangan,
tidak memiliki aturan yang jelas dan mengikat, tidak ada jenjang organisasi dan
alur komando serta tidak memiliki program dan instrumen kerja yang tersusun
rapi untuk mencapai sebuah tujuan. Maka salah jika seseorang masih berpikir bahwa
organisasi hanya tempat bermain-main semata dan akan menghambat prestasi.
Justru dari organisasi lah seseorang memiliki kemampuan yang diperlukan ketika
nanti seseorang menghadapi kehidupan yang sesungguhnya.
Mahasiswa
yang berkehendak bergabung dengan sebuah organisasi tentu adalah orang-orang
yang memiliki sebuah mimpi, minimal bermimpi menjadi seseorang yang berguna
untuk bangsa dengan ketrampilan yang akan didapatnya dari organisasi. Mahasiswa
yang berkecimpung dalam organisasi memiliki beberapa keunggulan, yaitu:
1. Siap
menjadi mahasiswa berkarakter unggul
Mahasiswa
yang berkecimpung dalam organisasi akan mendapatkan pembinaan karakter karena
sebuah organisasi dibangun untuk mengembangkan salah satu bidang kehidupan yang
dibutuhkan untuk membangun bangsa yang berkualitas. Maka dari itu orang-orang
yang berada dalam sebuah organisasi pasti terbina baik secara akhlak, moral dan
tanggung jawabnya, baik kepada agama maupun sesama.
2. Siap
menjadi mahasiswa berprestasi unggul
Salah
jika dikatakan bahwa mahasiswa yang berada dalam organisasi mengabaikan
prestasinya baik akademik maupun non-akademik. Mahasiswa yang berorganisasi
sudah dipastikan adalah orang-orang yang memiliki semangat yang tinggi untuk
membangun bangsa, maka tekad mereka untuk meraih prestasi dalam setiap bidang
pun semakin tinggi. Di samping itu, karena dalam organisasi seseorang sudah
terlatih untuk menyampaikan pendapat dan menyelesaikan masalah, maka di dalam
kelas pun ia akan menjadi mahasiswa yang dinamis dan mampu memahami substansi
materi dengan matang.
3. Siap
menjadi pemimpin yang unggul
Dalam berorganisasi
seseorang akan memperoleh kemampuan menganalisis POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling). Mereka memiliki
kemampuan lebih dibandingkan mahasiswa yang tidak berorganisasi karena mereka
langsung mempraktikkan ilmu yang mereka peroleh, sedangkan mahasiswa yang tidak
berorganisasi hanya memperolehnya di kelas, mendengarkan dan sekedar
mendiskusikannya. Mahasiswa yang berorganisasi memiliki tingkat kecerdasan
emosional yang lebih tinggi karena mereka sudah terlatih untuk menghadapi
kesulitan-kesulitan dalam menjalani setiap program. Seorang pemimpin dituntut
memiliki 3 hal dasar yaitu ikhlas dan kuat, memiliki cinta dan dekat, memiliki kemampuan
yang tinggi dan amanah.
Dalam berorganisasi,
seseorang terlatih untuk ikhlas dan kuat ketika harus menghadapi
masalah-masalah yang dijumpainya dan cenderung solutif, seseorang juga terbiasa
untuk mengasihi satu sama lain karena dalam organisasi tertanam jiwa korsa,
mereka juga akan dituntut untuk berwawasan luas dan amanah dalam organisasi
karena harus menjalankan program-program unggulan yang memerlukan kapabilitas
tinggi.
Hal-hal
di atas merupakan potret dari sosok mahasiswa berorganisasi. Jika di lapangan
masih dijumpai mahasiswa yang berorganisasi namun tidak nampak seperti potret
di atas, itu menjelaskan bahwa mereka bukan mahasiswa berorganisasi karena hati
dan jiwa mereka tidak terpaut pada organisasi. Mahasiswa berorganisasi yang
sesungguhnya tidak akan terlepas dari potret di atas, minimal nampak usaha
mereka untuk menjadi seperti apa yang telah dipaparkan tersebut dengan berusaha
mengunggulkan akhlak dan karakter mereka, berupaya untuk memperluas ilmu dan
wawasan mereka, nampak dari ketekunannya dan amanah melaksanakan tugas yang
diberikan kepadanya.
Mahasiswa
berorganisasi tidak akan kesulitan untuk menjadi orang-orang sukses di
kemudian hari karena mereka sudah teruji kapabilitasnya. Dunia akan cenderung
melihat kompetensi seseorang untuk dijadikan rekan kerjasama daripada sekedar
orang yang pandai dari segi akademis. Oleh karena itu, tidak ada lagi keraguan
bagi mahasiswa yang memiliki semangat tinggi berkontribusi, mimpi memajukan
negara, dan cita-cita membangun bangsa Indonesia untuk berlomba-lomba
mengembangkan diri melalui organisasi dan lingkungan yang membangun.
Salam
Anak Negeri, untuk Indonesia Lebih Maju!!
Fantika_MV