Total Tayangan Halaman

Selasa, 24 Juni 2014

Dari Organisasi untuk Negeri



Manusia adalah makhluk sosial. Dalam menjalani kehidupan sosial, manusia memerlukan keterampilan berkomunikasi yang tercakup dalam softskill. Softskill seseorang dapat dikembangkan melalui intensitas sosial yang tinggi dan seringnya seseorang menghadapi masalah.
Mahasiswa adalah sekumpulan manusia yang memiliki keunggulan dalam hal pemikiran, pembaharuan, dan penggerakan. Mereka berada dalam masa yang sangat strategis untuk mengembangkan potensi, karya dan keahlian. Terkait peran sosialnya, mahasiswa memiliki kesempatan yang lebih besar dalam mengembangkan softskill melalui organisasi. Sebagian besar mahasiswa enggan untuk berorganisasi dikarenakan mereka tidak memiliki ketertarikan terhadap organisasi karena dinilai hanya bermain-main saja. Sebagian yang lain berpendapat bahwa organisasi akan menghambat proses belajar seseorang. Namun sebagian lagi justru berpendapat memperoleh banyak keuntungan dari organisasi baik dari segi pembinaan karakter, akhlak, moral, keterampilan dan keahlian. Bahkan ada yang berpendapat bahwa dari organisasi lah mereka sukses menempuh kehidupan selanjutnya.
Secara etimologi, organisasi berasal dari kata organize yang berarti mengelola atau mengatur. Dari segi bahasa kita bisa melihat adanya perbedaan yang jelas antara organisasi dengan perkumpulan.
Organisasi memiliki beberapa karakteristik, antara lain:
1.      Terdiri dari sekumpulan orang yang memiliki visi dan tujuan yang sama dan jelas
2.      Dilaksanakan berdasarkan aturan yang jelas dan mengikat
3.      Mempunyai rencana dan sasaran yang strategis
4.      Memiliki jenjang organisasi dan alur komando
5.      Memiliki program dan instrumen kerja
Sedangkan perkumpulan tidak memilki beberapa karakter dasar yang dimiliki organisasi. Perkumpulan hanya dijalankan atas dasar kesamaan keinginan dan kesenangan, tidak memiliki aturan yang jelas dan mengikat, tidak ada jenjang organisasi dan alur komando serta tidak memiliki program dan instrumen kerja yang tersusun rapi untuk mencapai sebuah tujuan. Maka salah jika seseorang masih berpikir bahwa organisasi hanya tempat bermain-main semata dan akan menghambat prestasi. Justru dari organisasi lah seseorang memiliki kemampuan yang diperlukan ketika nanti seseorang menghadapi kehidupan yang sesungguhnya.
Mahasiswa yang berkehendak bergabung dengan sebuah organisasi tentu adalah orang-orang yang memiliki sebuah mimpi, minimal bermimpi menjadi seseorang yang berguna untuk bangsa dengan ketrampilan yang akan didapatnya dari organisasi. Mahasiswa yang berkecimpung dalam organisasi memiliki beberapa keunggulan, yaitu:
1.      Siap menjadi mahasiswa berkarakter unggul
Mahasiswa yang berkecimpung dalam organisasi akan mendapatkan pembinaan karakter karena sebuah organisasi dibangun untuk mengembangkan salah satu bidang kehidupan yang dibutuhkan untuk membangun bangsa yang berkualitas. Maka dari itu orang-orang yang berada dalam sebuah organisasi pasti terbina baik secara akhlak, moral dan tanggung jawabnya, baik kepada agama maupun sesama.
2.      Siap menjadi mahasiswa berprestasi unggul
Salah jika dikatakan bahwa mahasiswa yang berada dalam organisasi mengabaikan prestasinya baik akademik maupun non-akademik. Mahasiswa yang berorganisasi sudah dipastikan adalah orang-orang yang memiliki semangat yang tinggi untuk membangun bangsa, maka tekad mereka untuk meraih prestasi dalam setiap bidang pun semakin tinggi. Di samping itu, karena dalam organisasi seseorang sudah terlatih untuk menyampaikan pendapat dan menyelesaikan masalah, maka di dalam kelas pun ia akan menjadi mahasiswa yang dinamis dan mampu memahami substansi materi dengan matang.
3.      Siap menjadi pemimpin yang unggul
Dalam berorganisasi seseorang akan memperoleh kemampuan menganalisis POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling). Mereka memiliki kemampuan lebih dibandingkan mahasiswa yang tidak berorganisasi karena mereka langsung mempraktikkan ilmu yang mereka peroleh, sedangkan mahasiswa yang tidak berorganisasi hanya memperolehnya di kelas, mendengarkan dan sekedar mendiskusikannya. Mahasiswa yang berorganisasi memiliki tingkat kecerdasan emosional yang lebih tinggi karena mereka sudah terlatih untuk menghadapi kesulitan-kesulitan dalam menjalani setiap program. Seorang pemimpin dituntut memiliki 3 hal dasar yaitu ikhlas dan kuat, memiliki cinta dan dekat, memiliki kemampuan yang tinggi dan amanah.
Dalam berorganisasi, seseorang terlatih untuk ikhlas dan kuat ketika harus menghadapi masalah-masalah yang dijumpainya dan cenderung solutif, seseorang juga terbiasa untuk mengasihi satu sama lain karena dalam organisasi tertanam jiwa korsa, mereka juga akan dituntut untuk berwawasan luas dan amanah dalam organisasi karena harus menjalankan program-program unggulan yang memerlukan kapabilitas tinggi.
Hal-hal di atas merupakan potret dari sosok mahasiswa berorganisasi. Jika di lapangan masih dijumpai mahasiswa yang berorganisasi namun tidak nampak seperti potret di atas, itu menjelaskan bahwa mereka bukan mahasiswa berorganisasi karena hati dan jiwa mereka tidak terpaut pada organisasi. Mahasiswa berorganisasi yang sesungguhnya tidak akan terlepas dari potret di atas, minimal nampak usaha mereka untuk menjadi seperti apa yang telah dipaparkan tersebut dengan berusaha mengunggulkan akhlak dan karakter mereka, berupaya untuk memperluas ilmu dan wawasan mereka, nampak dari ketekunannya dan amanah melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya.
Mahasiswa berorganisasi tidak akan kesulitan untuk menjadi orang-orang sukses di kemudian hari karena mereka sudah teruji kapabilitasnya. Dunia akan cenderung melihat kompetensi seseorang untuk dijadikan rekan kerjasama daripada sekedar orang yang pandai dari segi akademis. Oleh karena itu, tidak ada lagi keraguan bagi mahasiswa yang memiliki semangat tinggi berkontribusi, mimpi memajukan negara, dan cita-cita membangun bangsa Indonesia untuk berlomba-lomba mengembangkan diri melalui organisasi dan lingkungan yang membangun.
Salam Anak Negeri, untuk Indonesia Lebih Maju!!


Fantika_MV