Hidup
adalah pendidikan karena kebutuhan akan pendidikan pada hakikatnya memang
krusial karena berkaitan dengan ranah hidup dan kehidupan manusia. Dalam setiap
kehidupan manusia mengandung begitu banyak pendidikan, baik berupa hikmah,
keteladanan, temuan-temuan ilmiah yang merupakan hasil dari kehidupan yang
berwujud pendidikan.
Demikian
pula, pendidikan adalah hidup karena pendidikan merupakan wahana strategis bagi
upaya perbaikan mutu kehidupan manusia. Dalam menjalani kehidupan dan
melaksanakan segala hal dalam hidup, manusia selalu memerlukan pendidikan, baik
langsung maupun tidak langsung. Tanpa pendidikan, manusia tidak dapat hidup
sesuai dengan alur dan cara yang semestinya.
Lembaga
merupakan asal dari sesuatu, acuan, sesuatu yang memberi bentuk pada yang lain.
Jadi lembaga didirikan sebagai awal atau wadah dari terbentuknya sebuah
organisasi yang kemudian mengadakan penelitian keilmuan dan suatu usaha.
Lenbaga pendidikan islam terlahir karena kebutuhan masyarakat terhadap islam
itu sendiri, yaitu menuju pada Al-Qur’an dan As Sunah. Dari fenomena kehidupan
masyarakat yang kita lihat saat ini, jelas masyarakat sangat membutuhkan
tuntunan jiwa islam kembali untuk memperbaiki keadaan dan tatanan social,
sehingga dari keresahan tersebut tercetus lembaga pendidikan islam. Maka dari
itu dapat disimpulkan bahwa lembaga pendidikan islam secara keseluruhan
bukanlah sesuatu yang dating dari luar, melainkan dalam pertumbuhan dan
perkembangannya mempunyai hubungan erat dengan islam secara umum.
|
|
|
Jadi,
manusia dalam kehidupannya memiliki dua peran, yaitu sebagai seorang hamba
Allah dan khalifah Allah di bumi, bertugas untuk mengelola bumi dengan baik.
Kedua peran ini harus berjalan seimbang, manusia taat kepada Allah sebagai
hamba juga berbuat baik di bumi juga pada sesame harus saling berjalan
beriringan sehingga dunia ini akan damai di tangan manusia.
Lembaga Pendidikan Islam dilihat
dari Ajaran Islam sebagai Asasnya
Dalam
ajaran islam, perbuatan manusia disebut dengan amal, yang telah melembaga dalam
jiwa seorang muslim, baik amal yang berhubungan dengan Allah maupun amal yang
berhubungan dengan manusia dan alam semesta.
Ajaran-ajaran
yang ada dalam islam merupakan sumber dinamika dari kehidupan masyarakat,
membuat kehidupan menjadi semakin hidup.
1.
Rukun iman, menjadi asas ajaran dan amal
islam
Asas
ini merupakan dasar dari segala asas. Dalam hidupnya, manusia meyakini tentang
sang pencipta dengan keyakinan yang berada dari alam bawah sadar.
2.
Ikrar, yaitu ucapan syahadat yang
menjadi lembaga pernyataan.
Dalam
kehidupan bermasyarakat, ada yang sering kita sebut dengan ijab dan qabul dalam
bahasa muamalah. Misalnya saja ketika dalam pernikahan aka nada ijab dan qabul
yang menjadi lembaga pernyataan bagi sahnya pernikahan. Selain itu, dalam jual
beli juga kita temui ijab dan qabul sebagai lembaga pernyataan bagi sahnya jual
beli.
3.
Thaharah, yaitu lembaga penyucian.
Manusia
memiliki nilai kebersihan dalam kehidupan. Bahwa bersih merupakan sesuatu yang
dijaga dan dipertahankan. Ketika manusia hendak melaksanakan segala aktivitas,
maka manusia akan pergi dan melaksanakan dalam keadaan bersih, seperti halnya
ketika setiap bepergian manusia pada umumnya akan mandi terlebih dahulu, dan
itu menjadi lazim bahkan harus dilakukan.
4.
Shalat, lembaga utama diri.
Shalat
merupakan sesuatu yang wajib dan utama, merasakan pertemuan dengan Allah.
Begitu juga dalam kehidupannya, manusia harus senantiasa merasakan kehadiran
Allah. Rasa muraqabatullah tidak hanya didapat ketika seseorang sedang
melaksanakan ibadah shalat saja, namun dalam setiap aktivitasnya, nilai-nilai
shalat akan senantiasa melekat dalam diri manusia, karena itulah lembaga yang
utama dalam diri manusia untuk menjaga diri dari kemaksiatan.
5.
Zakat, yaitu lembaga pemberian wajib.
Zakat
menjadi acuan dari munculnya sesuatu yang lain, seperti badan amil zakat, atau
lembaga amil zakat, dan sebagainya. Lembaga-lembaga ini menjadi sesuatu yang
baru dalam kehidupan manusia yang muncul atas asas ajaran islam yaitu zakat.
Maka dalam mempermudah aktivitas zakat, manusia mencetuskan pendirian lembaga
amil zakat sebagai fasilitas juga sebagai sebuah profesi.
6.
Puasa, yaitu lembaga menahan diri.
Puasa
menjadi asas yang amat penting dalam kehidupan manusia. Dalam kehidupan,
masyarakat memiliki sebuah nilai yang disebut menahan diri dari hawa nafsu.
Orang yang berpuasa dituntut dan biasanya menahan hawa nafsu mereka. Namun
nilai ini tidak cukup sekedar dilaksankan ketika seseorang melaksankan ibadah
puasa, namun setiap saat dalam kehidupan manusia, nilai ini harus senantiasa
dipegang. Manusia harus senantiasa menahan hawa nafsunya.
7.
Haji, yaitu lembaga kunjungan ke
baitullah.
Dewasa
ini, dalam perkembangan kehidupan manusia, kita sudah mendapat adanya jasa
layanan haji, adanya transportasi untuk pergi haji dari daerah yang jauh.
Seperti yang kita ketahui, dulu Rasulullah dan para shahabat melaksanakan haji
tanpa jasa pelayanan haji, namun sekarang haji menjadi asas dari pertumbuhan
penyedia jasa layanan haji untuk memudahkan jamaah haji juga memberikan
keuntungan pada lembaga penyedia jasa.
8.
Ihsan, yaitu lembaga membaiki.
Manusia
mengenal kata perbaikan, karena asas ihsan yang muncul dari ajaran islam.
Misalnya saja pekerjaan reparasi, yaitu memperbaiki barang-barang yang telah
rusak. Seperti hakikatnya manusia, ketika ia sudah terlalu banyak dosa maka
harus bertaubat dan memperbaiki diri. Selain itu di bidang kesehatan, yaitu
rumah sakit, mengobati orang-orang yang sakit, dengan istilah lain para dokter
memperbaiki beberapa kerusakan pada tubuh atau fisik manusia.
9.
Ikhlas, yaitu lembaga yang menjadikan
amal agama.
Dalam
melakukan amal perbuatan yang notabene manusia lakukan untuk sesama, amal
mereka hanya dapat diterima oleh Allah jika mereka tidak menyertainya dengan
keinginan-keinginan untuk dipuji atau disanjung orang.
10. Taqwa,
yaitu lembaga menjaga hubungan dengan Allah.
Dalam
asas taqwa, manusia diharuskan untuk melaksanakan konsekuensinya menjadi
seorang muslim. Dalam hal muamalah, hal ini juga dijadikan asas, yaitu untuk
menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, mereka harus berlaku baik pada
yang lain, menghargai, menunaikan hak orang lain dan menjauhi segala hal yang
membuat orang lain merasa tidak suka.