Total Tayangan Halaman

Selasa, 17 Desember 2013

METODE GROUP INVESTIGATION UNTUK PEMBELAJARAN SKI

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Sejarah kebudayaan islam merupakan pengetahuan mengenai peristiwa di masa lampau sejak zaman pra islam hingga saat ini. Sejarah juga merupakan pengetahuan tentang hukum-hukum yang tampak menguasai kehidupan masa lampau, yang diperoleh melalui penyelidikan dan analisis atas peristiwa-peristiwa masa lampau.
Sejarah merupakan sebuah inspirasi bagi kehidupan, maka dari itu sejarah dijadikan sebuah pengetahuan karena memiliki esensi yang tinggi dalam menjalani kehidupan. Manusia mampu mempelajari banyak hal dari sejarah, mengenai strategi kemenangan dalam berbagai hal juga mengenai antisipasi dan kewaspadaan atas kekalahan. Dengan melihat sejarah, maka manusia memiliki bahan pertimbangan untuk melakukan sebuah tindakan.
Sejarah kebudayaan islam pada dasarnya sama dengan sejarah kebudayaan lain pada umumnya, yaitu bersifat dinamis. Perbedaanya terletak pada sumber nilainya. Sejarah kebudayaan islam meletakkan dasar pengetahuannya pada sumber-sumber nilai islam.
Dalam penyampaian materi sejarah kebudayaan islam, hendaknya menggunakan metode untuk memudahkan guru dan siiswa dalam proses KBM. Di samping mempermudah, diharapkan siswa juga mampu menemukan pengetahuan hasil dari penggalian referensi yang lebih dalam. Untuk mencapai tujuan ini, salah satunya adalah dengan menggunakan metode Group Investigation.
Group Investigation merupakan  salah satu bentuk pembelajaran kooperatif  yang menekankan pada partisipasi dan aktivitas siswa untuk mencari sendiri materi (informasi) pelajaran yang akan dipelajari melalui bahan-bahan yang tersedia, misalnya dari buku pelajaran atau siswa dapat mencari melalui internet.


B.     Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada makalah ini meliputi :
1.   Apa yang dimaksud metode Group Investigation?
2.   Apa saja hal-hal pokok yang harus diperhatikan dalam metode Group Investigation?
3.   Bagaimana langkah-langkah penerapan metode Group Investigation?
4.   Apa manfaat penerapan metode Group Investigation?
5.   Apa kelebihan dan kekurangan metode Group Investigation?
6.   Bagaimana penerapan metode Group Investigation pada materi SKI Madrasah Tsanawiyah kelas VII semester II?

C.     Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian metode Group Investigation
2.      Untuk mengetahui hal-hal pokok yang harus diperhatikan dalam metode Group Investigation
3.      Untuk mengetahui langkah-langkah penerapan metode Group Investigation
4.      Untuk mengetahui manfaat penerapan metode Group Investigation
5.      Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan metode Group Investigation
6.      Untuk mengetahui penerapan metode Group Investigation pada materi SKI Madrasah Tsanawiyah kelas VII semester II










BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Metode Group Investigation
Metode berasal dari bahasa Yunani “Methodos” yang berarti cara atau jalan yang ditempuh. Sehubungan dengan upaya ilmiah, maka metode menyangkut masalah cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan.
Istilah Group Investigation berasal dari bahsa yang inggris. Group berarti kelompok, Investigation berarti penyelidikan. Maka Group Investigation secara bahasa  berarti penyelidikan kelompok. Group Investigation merupakan  salah satu bentuk pembelajaran kooperatif  yang menekankan pada partisipasi dan aktivitas siswa untuk mencari sendiri materi (informasi) pelajaran yang akan dipelajari melalui bahan-bahan yang tersedia, misalnya dari buku pelajaran atau siswa dapat mencari melalui internet. Siswa dilibatkan sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Tipe ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam keterampilan proses kelompok. Model Group Investigation dapat melatih siswa untuk menumbuhkan kemampuan berfikir mandiri. Keterlibatan siswa secara aktif dapat terlihat mulai dari tahap pertama sampai tahap akhir pembelajaran.

B.     Konsep Pokok Metode Group Investigation
Dalam metode Group Investigation terdapat tiga konsep utama, yaitu: penelitian atau enquiri, pengetahuan atau knowledge, dan dinamika kelompok atau the dynamic of the learning group, (Udin S. Winaputra, 2001:75). Penelitian di sini adalah proses dinamika siswa memberikan respon terhadap masalah dan memecahkan masalah tersebut. Pengetahuan adalah pengalaman belajar yang diperoleh siswa baik secara langsung maupun tidak langsung. Sedangkan dinamika kelompok menunjukkan suasana yang menggambarkan sekelompok saling berinteraksi yang melibatkan berbagai ide dan pendapat serta saling bertukar pengalaman melaui proses saling beragumentasi.
Slavin (1995) dalam Siti Maesaroh (2005:28), mengemukakan hal penting untuk melakukan metode Group Investigation adalah:
1.   Membutuhkan Kemampuan Kelompok.
Di dalam mengerjakan setiap tugas, setiap anggota kelompok harus mendapat kesempatan memberikan kontribusi. Dalam penyelidikan, siswa dapat mencari informasi dari berbagai informasi dari dalam maupun di luar kelas.kemudian siswa mengumpulkan informasi yang diberikan dari setiap anggota untuk mengerjakan lembar kerja.
2.   Rencana Kooperatif.
Siswa bersama-sama menyelidiki masalah mereka, sumber mana yang mereka butuhkan, siapa yang melakukan apa, dan bagaimana mereka akan mempresentasikan proyek mereka di dalam kelas.
3.   Peran Guru.
Guru menyediakan sumber dan fasilitator. Guru memutar diantara kelompok-kelompok memperhatikan siswa mengatur pekerjaan dan membantu siswa mengatur pekerjaannya dan membantu jika siswa menemukan kesulitan dalam interaksi kelompok.
Para guru yang menggunakan metode ini umumnya membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 sampai 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen, (Trianto, 2007:59). Pembagian kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu. Selanjutnya siswa memilih topik untuk diselidiki, melakukan penyelidikan yang mendalam atas topik yang  telah dipilih, kemudian menyiapkan dan mempresentasikan laporannya di depan kelas.

C.  Langkah-langkah Penerapan Metode Group Investigation
Langkah-langkah penerapan metode Group Investigation, (Kiranawati (2007), dapat dikemukakan sebagai berikut:

1.   Seleksi topik
Para siswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dulu oleh guru. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompok-kelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin, etnik maupun kemampuan akademik.
2.   Merencanakan kerjasama
Para siswa bersama guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus, tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah 1  diatas.
3.   Implementasi
Para siswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah 2. pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan keterampilan dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan.
4.   Analisis dan sintesis
Para siswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah 3 dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas.
5.   Penyajian hasil akhir
Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. Presentasi kelompok dikoordinir oleh guru.
6.   Evaluasi
Guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok, atau keduanya.

D. Manfaat Metode Group Investigation
Terkait dengan efektivitas penggunaan metode Metode Group Investigation ini, dari hasil penelitian yang dilakukan  terhadap siswa kelas X SMA Kosgoro Kabupaten Kuningan Tahun 2009 menunjukkan bahwa:
1.   Dalam pembelajaran kooperatif dengan metode Group Investigation berpusat pada siswa, guru hanya bertindak sebagai fasilitator atau konsultan sehingga siswa berperan aktif dalam pembelajaran.
2.   Pembelajaran yang dilakukan membuat suasana saling bekerjasama dan berinteraksi antar siswa dalam kelompok tanpa memandang latar belakang, setiap siswa dalam kelompok memadukan berbagai ide dan pendapat, saling berdiskusi dan beragumentasi dalam memahami suatu pokok bahasan serta memecahkan suatu permasalahan yang dihadapi kelompok.
3.   Pembelajaran kooperatif dengan metode Group Investigation siswa dilatih untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi, semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari, semua siswa dalam kelas saling terlihat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut.
4.   Adanya motivasi yang mendorong siswa agar aktif dalam proses belajar mulai dari tahap pertama sampai tahap akhir pembelajaran. Melalui pembelajaran kooperatif dengan metode Group Investigation suasana belajar terasa lebih efektif, kerjasama kelompok dalam pembelajaran ini dapat membangkitkan semangat siswa untuk memiliki keberanian dalam mengemukakan pendapat dan berbagi informasi dengan teman lainnya dalam membahas materi pembelajaran.

E.  Kelebihan dan Kekurangan Metode Group Investigation
Kelebihan metode Group Investigation antara lain :
1.      Siswa mampu belajar berpikir lebih mendalam dan menyeluruh
2.      Melatih sikap kooperatif siswa melalui penyelidikan kelompok
3.      Siswa terlatih untuk berdiskusi dan berargumentasi
4.      Siswa mampu belajar untuk memecahkan masalah secara kooperatif

Kekurangan metode Group Investigation antara lain :
1.      Siswa kesulitan untuk membatasi pembahasan tanpa bimbingan guru
2.      Ada peluang diskusi tidak berjalan dengan dinamis
3.      Membutuhkan waktu yang relatif lama untuk memperoleh hasil yang maksimal

F.   Materi SKI Madrasah Tsanawiyah kelas VII semester II
Standar Kompetensi  :
Memahami sejarah perkembangan Islam pada masa Khulafaur Rasyidin
Kompetensi Dasar      :
Mengidentifikasi peristiwa-peristiwa perkembangan Islam pada masa Khulafaur rasyidin

Perkembangan Islam pada Masa Khulafaur Rasyidin
Khulafaur Rasyidin berasal dari kata Khulafa’ dan ar-Rasyidin. Kata Khulafa’ berasal dari kata Kholifah yang berarti pengganti. Sedangkan ar-rasyidin berarti yang mendapat petunjuk. Dengan demikian khulafaur rasyidin adalah para pengganti yang mendapat petunjuk. Khulafaur rasyidin terdiri dari 4 sahabat : Abu Bakar ash-shidiq, Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.
Setelah nabi Muhammad saw wafat, mereka menjadi contoh utama dalam menghayati dan mengamalkan ajaran islam. Mereka melaksanakan prinsip-prinsip pemerintahan islam dengan baik. Masa pemerintahan mereka merupakan gambaran yang paling tepat bagi pelaksanaan hukum dan pemerintahan islam.
1.      Abu Bakar ash-Shidiq
Sebagai pemimpin umat islam setelah Rasul, Abu Bakar disebut khalifah ar-rasul (pengganti Rasul) yang dalam perkembangannya disebut khalifah. Abu Bakar adalah orang pertama di luar kerabat Rasul yang memeluk Islam. Ia dikenal sebagai orang yang selalu membenarkan ucapan Muhammad. Ketika orang-orang menghujat Muhammad karena mengatakan baru mengalami Isra' Mi'raj, Abu Bakar menyatakan keyakinannya terhadap peristiwa itu. Ia menyiapkan perjalanan serta mengawani Muhammad saat hijrah ke Madinah. Ia juga menikahkan putrinya, Aisyah, dengan Rasul.
2.      Umar bin Khaththab
Pada tahun 13 Hijriah atau 634 Masehi, Abu Bakar wafat dan Umar menjadi khalifah. Jika orang-orang menyebut Abu Bakar sebagai "Khalifatur- Rasul", kini mereka memanggil Umar "Amirul Mukminin" (Pemimpin orang mukmin). Umar masuk Islam sekitar tahun 6 Hijriah. Saat itu, ia berniat membunuh Muhammad namun tersentuh hati ketika mendengar adiknya, Fatimah, melantunkan ayat Quran.
3.      Utsman bin Affan
Menjelang wafat, Umar bin Khattab berpesan. Selama tiga hari, imam masjid hendaknya diserahkan pada Suhaib Al-Rumi. Namun pada hari keempat hendaknya telah dipilih seorang pemimpin penggantinya. Umar memberikan enam nama. Mereka adalah Ali bin Abu Thalib, Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Saad bin Abi Waqas, Abdurrahman bin Auff dan Thalhah anak Ubaidillah, dan akhirnya Utsman bin Affan yang terpilih.
4.      Ali bin Abi Thalib
Utsman bin Affan wafat. Warga Madinah dan tiga pasukan dari Mesir, Basrah dan Kufah bersepakat memilih Ali bin Abu Thalib sebagai khalifah baru. Menurut riwayat, Ali sempat menolak penunjukan itu. Namun semua mendesak untuk memimpin umat. Pembaitan Ali pun berlangsung di masjid Nabawi.








Penerapan Metode Group Investigation
Guru membagi siswa dalam 4 kelompok dengan komposisi heterogen. Kemudian dari setiap kelompok ditanya siapa yang mengenal Abu Bakar ash-Shidiq, kelompok yang pertama kali angkat tangan dipersilakan memberikan paparan singkat tentang Abu Bakar, kemudian kelompok tersebut mendapatkan topic Abu Bakar, begitu seterusnya hingga kelompok Ali bin Abi Thalib.
Dari 4 topik di atas, yaitu Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib, guru memberikan tuntunan dalam bentuk sub topic yang harus digali oleh siswa, yaitu :
1.      Diangkat sebagai khalifah
2.      Karakter/ keutamaan khalifah
3.      Perjuangan Khalifah
4.      Kematian Khalifah
Dalam keadaan yang tidak memungkinkan siswa ke perpustakaan atau menggunakan internet, guru menyediakan beberapa referensi yang dibuat menarik sehingga siswa lebih tertarik untuk membaca. Siswa melaksanakan kegiatan kelompok kemudian salah satu perwakilan kelompok mempresentasikan materi tiap kelompok. Langkah selanjutnya guru mempersilakan beberapa siswa untuk menyimpulkan, kemudian guru memberi penguatan dan menutup pembelajaran.








BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Group Investigation merupakan  salah satu bentuk pembelajaran kooperatif  yang menekankan pada partisipasi dan aktivitas siswa untuk mencari sendiri materi (informasi) pelajaran yang akan dipelajari melalui bahan-bahan yang tersedia, misalnya dari buku pelajaran atau siswa dapat mencari melalui internet. Siswa dilibatkan sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi.

B.     Saran
Mencermati metode Group Investigation, penulis menyampaikan beberapa saran :
1.      Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, hendaknya guru lebih kreatif dan mengendalikan suasana tetap menyenangkan sehingga siswa memiliki semangat tinggi untuk berdiskusi.
2.      Karena pengelompokan dalam metode ini bersifat heterogen, maka guru hendaknya mampu mendesain motivasi bagi semua siswa.














DAFTAR PUSTAKA

Kiranawati. 2007. Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation). Bandung: Angkasa
Parjono. 2012. Modul Pembelajaran  Sejarah Kebudayaan Islam. Karanganyar: MGMP SKI MTs.
Siti Maesaroh. 2005. Efektivitas Penerapan Pembelajaran Kooperatif Dengan Metode Group Investigation Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
Trianto. 2007. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka.
Udin S. Winaputra. 2001. Model Pembelajaran Inovatif. Jakarta: Universitas Terbuka.